رمضان شهر التوبة والمغفرة
RAMADHAN BULAN TAUBAT & AMPUNAN
إعداد: القسم العلمي بمدار الوطن
المترجم: شفيق فوزي باوزير
Penyusun: Divisi Ilmu Madar Al-Wathan
Penerjemah: Syafiq Fauzi Bawazier
Segala puji hanya untuk Allah semata dan shalawat serta salam kepada junjungan Nabi besar Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam sebagai Nabi penutup yang tidak ada Nabi setelahnya.
Sesungguhnya bulan Ramadhan adalah bulan taubat, ampunan dan pembebasan dari api Neraka. Berapa banyak orang yang tenggelam dalam perbuatan maksiat kemudian bertaubat di dalamnya dan berapa banyak orang yang lalai kemudian kembali ke jalan Allah di bulan ini dan menyesal atas perbuatannya.
Sesungguhnya hembusan kesucian bulan ini mencakup seluruh manusia dan mengingatkan mereka dengan firman Allah Ta'ala: Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Az-Zumar: 53)
Sesungguhnya keutamaan bulan ini menunjukkan keluasan rahmat Allah dan kebesaran ampunan-Nya: "Dan Dialah yang menerima Taubat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Asy-Syura: 25)
Sesungguhnya bulan ini adalah salah satu pintu dari pintu-pintu rahmat dan ampunan bagi orang-orang yang ta'at dan orang-orang yang berbuat maksiat dengan kedudukan yang sama, adapun orang-orang yang ta'at akan bertambah ketaatannya dan usahanya dalam mencari kebaikan di bulan ini dan orang-orang yang berbuat maksiat akan bertaubat dan menyesal atas perbuatannya, kemudian mereka meminta rahmat dan ampunan Allah di bulan ini, oleh karena itu siapa yang menjumpai bulan Ramadhan dan tidak mendapat ampunan, maka dia betul-betul orang yang merugi dan telah diharamkan dari keutamaan bulan ini. Disebutkan dalam sebuah hadits bahwa Jibril 'alaihissalaam datang kepada Nabi dan berkata: "Barangsiapa menjumpai bulan Ramadhan namun setelah bulan itu habis dan ia tidak mendapat ampunan, maka jika mati ia masuk Neraka. Semoga Allah menjauhkannya. Katakan: Amin!. Akupun mengatakan: Amin." (HR. Ibnu Khuzaimah & Ibnu Hibban)
Saudaraku tercinta, taubat adalah perkara yang mudah dan ringan tidak ada beban dan kesulitan dalam pengamalannya, karena itu semua adalah pertahanan diri, penyesalan dan tekad, pertahanan diri untuk menghindar dari perbuatan dosa dan penyimpangan, penyesalan atas dosa-dosanya di masa lampau dan bertekat untuk tidak mengulangi perbuatan dosanya di kemudian hari.
Saudaraku, bulan Ramadhan akan membantumu untuk merealisasikan taubatmu. Udara keimanan yang tampak, Masjid-masjid yang dimakmurkan, syaitan-syaitan yang dibelenggu, perbuatan amal shaleh yang dimudahkan dan amal ibadah yang dilipatgandakan, maka apa yang menjadi penghalang antara dirimu dengan pintu taubat?
Sesungguhnya orang-orang yang tidak mau membuka hatinya untuk menyonsong cahaya rahmat, tidak mau menyinari jiwanya dengan sinaran takwa dan tidak tergerak hatinya oleh seruan keimanan di bulan yang suci ini, tidaklain disebabkan karena hati mereka telah mengeras dan dosa-dosa yang terus tertimbun hingga memuncak setinggi gunung, hati mereka menjadi gelap dan pandangan mereka terhalang untuk melihat cahaya hidayah, maka mereka terus tenggelam dengan kelalaian, kedurhakaan dan kehancuran mereka. Bulan yang mulia ini tidak sama sekali bisa menggerakkan atau menjadi pembangkit bagi keimanan dan keyakinan yang ada di dalam hati mereka.
Adapun anda wahai pembaca yang budiman saya kira bukan termasuk dari golongan mereka, karena di dalam hati anda masih memancar cahaya keimanan dan masih ada jiwa yang selalu rindu untuk kembali ke jalan Allah, bertaubat dan melakukan amal shalih. Allah berfirman: "Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang Telah ditentukan dan dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. jika kamu berpaling, Maka Sesungguhnya Aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat." (Huud: 3)
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: ”Sesungguhnya Allah membentangkan tangan-Nya pada malam hari agar bertaubat orang yang berbuat jahat di siang hari dan membentangkan tangan-Nya pada siang hari agar bertaubat orang yang berbuat jahat di malam hari, sehingga terbit matahari dari barat (kiamat)." (HR. Muslim)
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan atas kalian untuk berpuasa di dalamnya; pada bulan ini dibuka pintu-pintu Surga, ditutup pintu-pintu Neraka, dan dibelenggu para syaitan. Demi Allah didalamnya ada sebuah malam yang lebih mulia dari seribu bulan, barangsiapa tidak memperoleh kebaikannya maka dia tidak memperoleh apa-apa." (HR. Ahmad & An-Nasa'i)
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa berpuasa di bulan ramadhan karena iman dan mengaharap pahala (dari Allah), maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (Muttafaqun 'Alaih). Dalam hadits lain Beliau bersabda: "Barangsiapa mendirikan shalat di malam bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah), maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (Muttafaqun 'Alaih)